Balikpapan akan Tarik Retribusi Izin Tenaga Kerja Asing

BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan nota penjelasan mengenai rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA), Selasa (23/7/2013) di ruang paripurna DPRD Balikpapan.

Dalam pidatonya Rizal mengungkapkan, bahwa jumlah tenaga kerja asing yang terdata di kota Balikpapan saat ini sebanyak 557 orang. Sebagian diantaranya bekerja di Balikpapan dan sebagian lagi bekerja pada lintas Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Tingginya angka pekerja asing di Balikpapan dinilai sebagai potensi untuk menambah pundi-pundi pendapatan daerah. Apalagi sejauh ini sudah ada peraturan yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk dapat melakukan pemungutan retribusi tenaga kerja asing.

"Sejak 29 Oktober 2012 pemerintah telah menetapkan PP nomor 97 tahun 2012 tentang retribusi pengendalian lalu lintas dan retribusi perpanjangan IMTA. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada daerah untuk melakukan pemungutan retribusi selain apa yang ditetapkan dalam UU 28/2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah," katanya.

Adapun yang menjadi objek retribusi IMTA adalah pemberian perpanjangan IMTA kepada pemberi kerja tenaga kerja asing yang telah memiliki izin dari Menteri. Sedangkan besaran retribusi perpanjangan izin untuk mempekerjakan tenaga kerja asing adalah sebesar USD 100 per orang perbulan. Hal tersebut sudah sesuai dengan PP 97/2012 tentang retribusi pengendalian lalu lintas dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing.

Untuk diketahui, tercatat hanya 10 Provinsi dan 30 Kabupaten/Kota yang diberi kewenangan untuk melaksanakan pemungutan retribusi IMTA. Hal tersebut didasarkan pada potensi daerah sesuai hasil pendataan dari Kementerian yang membidangi. (*)
 
Sumber Tribun Kaltim
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Sumarsono